Jumat, 10 November 2017

Masak Bareng Nik Dan Sarah Lewat Cooking For Love


Walau menyandang gelar 'IBU', jujur sih saya mah ngga pintar banget sama masak. Ya, bisa lah masak opor ayam tapi rasanya ya seadanya aja. Even punya darah minang pun, saya tetap ngga sejago mamah kalau urusan masak. Prestasi yang patut saya banggakan cuma ngeblog. Yeah, that's my ability :) 


Tapi ya walau ngga bisa masak, tapi saya suka banget nonton orang masak. Sekarang kan banyak acara masak di tivi, nah saya lebih milih nonton itu daripada lihatin gosip artis. Mending lihat para tukang masak itu bikin makanan yang selalu tampak sedap kan, bisa bikin hati senang walau ngga kebagian nyicipin hasil masakannya. Daripada nontonin gosip-gosip artis yang ngga selalu ngga bermutu.

Entah kenapa ya, acara masak itu selalu asik banget buat ditonton. Apalagi kalau chefnya itu jago banget mengkreasikan masakan yang biasa jadi luar biasa. Mulai Rudy Choirudin, Ibu Siska, Farrah Quin, sampai Chef Juna. Semuanya punya ciri khas masing-masing dan ciri khas itu yang bikin sajian yang mereka bikin selalu terlihat enak.

Kalau biasanya cuma lihat tayangan masak dari tivi, nonton live itu pasti seru banget. Buat yang suka lihat tayangan masak, mungkin kenal sama Asian Food Channel (AFC). Sebuah saluran televisi yang merupakan bagian dari Scripps Networks Interactive, salah satu produsen konten gaya hidup terkemuka di dunia. AFC bisa disaksikan di lebih dari 10 negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.



AFC punya satu program dimana ada 2 chef yang jadi hostnya. Ada Nik Michael Imran, Celebrity Chef asal Malaysia dan Sarah Benjamin, Chef asal Singapore. Kedua chef ini punya program masak yang saat ini udah masuk musim ke 3, namanya Cooking For Love. Demo masak yang menampilkan ide-ide masakan dengan bahan dan harga yang terjangkau, proses penyiapan yang cepat, dan pastinya rasanya enak. Acaranya dikemas dengan sangat ringan dan asik. Ditambah 2 chef cakep, ahh nontonya jadi tambah seru.

Kamis, 7 November 2017 kemarin, Nik dan Sarah datang ke Indonesia, khusus buat ketemu food blogger. Hmm, ada jurnalis juga sih yang diundang tapi ngga banyak. Undangan yang hadir itu diajak buat seru-seruan di dapurnya Almond Juzcchini Cooking Class, Jakarta. Nik dan Sarah membuat 5 menu yang super simple dengan bahan yang gampang didapat. Menu yang dibuat lengkap mulai dari appetizer sampai dessert. Dan, kita yang datang menyaksikan semua proses bikinnya di dapur super cozy, bersih, dan rapih yang biasa kita lihat di acara masak itu tuhh.


Menu pertama yang dibuat adalah appetizer dan Nik yang kebagian buat menu ini. Terinspirasi dari masakan Vietnam. Vietnamese Prawn Spring Rolls, lumpia udang ala Vietnam ini dibuat sedikit beda oleh Nik. Rice paper diisi dengan selada, ketimun, wortel, bihun, dan udang. Yang membuat beda adalah udangnya yang di marinate terlebih dulu dengan prune juice. lalu di gril sebentar untuk mendapatkan warna yang cantik. Rasa udangnya selain gurih, seger juga karena ada sedikit asamnya. Disajikan sama saus khas Vietnam yang asam-asam seger deh.



Menu kedua masih appetizer, tapi kalau menurut saya udah berat karena bahan dasarnya nasi. Red Curry Beef on Crispy Rice Cakes ini menu yang paling saya suka karena rasa kari khas melayunya itu loh. Aroma-aroma masakan melayu itu yang selalu bikin kangen. Appetizer yang dibuat Nik ini terinspirasi dari masakan Jepang dan Thailand. Rasanya? enakk banget, serius. Nasi Jepang yang terkenal pulen dicampur dengan cuka beras. Lalu dibentuk menjadi balok kecil menyerupai sushi. Nasi yang sudah dibentuk lalu dipanggang untuk menghasilkan kesan crispy. Untuk dagingnya, hanya dipanggang dengan sedikit garam dan ngga dipanggang terlalu lama juga. Ketika dipotong, bagian tengah dagingnya berwarna kemerahan. Perpaduan nasi dan daging makin sedap dan enak banget dengan curry yang disiram diatasnya.



Menu ketiga baru deh Main Course. Nik membuat Crab Pasta yang gurih dan kaya akan daging kepiting. Suwiran daging kepitingnya beneran banyak  banget. Rasanya mirip dengan aglio olio yang menurut saya simple dan ngga terlalu rame. Ada tambahan ikura dan selada air yang dicampur di akhir proses masak.

Crab Pasta
Untuk dessert, giliran Sarah yang buat. Ada 2 dessert yang dibuat tapi hanya 1 yang dipraktekin sama Sarah. Coffee Cheesecake Pots, dessert buat mereka yang suka ngopi. Dessert yang satu ini dibuat dari cookie crumble atau biskuit semacam oreo yang dihancurkan. Lalu ditambah dengan campuran cheesecream, gula halus, dan kopi yang sudah dicairkan. Sarah menambahkan finger biscuit yang dicelup ke dalam espreso. Dessert ini dibuat layer yang cantik deh. Dimulai dari cookie crumb, campuran cheesecream, finger biscuit, cheesecream lagi, dan terakhir cookie crumb lagi.

Dessert selanjutnya adalah Pavlova Paltter. Dessert ini mirip so simple dan enak. Terbuat dari meringue putih yang manis, dipanggang sebentar dan disajikan dengan berry fruits yang segar.

Coffee Cheesecake Pots

Pavlova Platter
Semua menu yang dibuat Nik dan Sarah memang menu yang mudah banget dibuat. Ini sejalan sama konsep program yang dibawakan oleh mereka berdua, Cooking for Love. Simple, fast, and delicious, mungkin 3 kata itu yang bisa mewakili menu-menu yang dimasak di Cooking For Love. Penasaran gimana acaranya? bisa disaksikan setiap hari Rabu jam 9 malam di Asian Food Channel. Atau, bisa juga sih dilihat di websitenya karena setiap menu di Cooking For Love akan ditampilkan juga di laman Asian Food Channel.



Visit 
www.asianfoodchannel.com

Facebook 
www.facebook.com/asianfoodchannel

Instagram 
@asianfoodchannel 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...