Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Indonesia

Viva Hotel By Azana, Hotel Strategis di Tengah Kota Kediri

Kali kedua ke Kediri. Pada kunjungan pertama, karena mengantar keponakan menyempurnakan 'separuh din' nya. Ngga ada waktu buat eksplor Kediri, karena beres acara, kami langsung kembali ke Bekasi. Lalu siapa sangka, 3 tahun kemudian, ada rezeki bisa berkunjung ke Kediri lagi. Walau urusan pekerjaan, tapi Alhamdulillah.  Kali kedua saya ke Kediri ini, memang urusan pekerjaan. Sebelum berangkat, saya sama teman-teman sudah berencana buat extend. Ada yang kepengen sekali berkunjung ke Pesantren Lirboyo. Kawasan pesantren tertua di Indonesia. Banyak ulama besar yang menuntut ilmu di Lirboyo. Soal pesantren Lirboyo ini, semoga bisa saya tulis di next blogpost. Menginap di Viva Hotel bukan tanpa alasan. Karena acara yang akan kami handle, dilaksanakan di Viva Hotel, jadi untuk mobilitas yang lebih simple, saya dan team menginap di Viva Hotel juga. Kamar   Kamar yang kami booking, tipenya superior. Luas kamarnya hanya 18m, ngga begitu luas tapi cukup lah buat sekadar bermalam dan isti...

Semarang, Kota yang Katanya Punya Matahari Lebih dari Satu

Saya ngga percaya ketika banyak orang yang bilang, kalau Semarang itu super panas. Karena saya tinggal di Bekasi, yang juga punya suhu lebih panas dari kota tetangga. Bekasi malah sering di-bully sebagai kota yang kalau kalian masak telur di luar rumah, bakal matang dengan sendirinya. Sarkas yang menggambarkan betapa panasnya Bekasi. Sampai akhirnya, saya menginjakkan kaki (lagi) di Semarang. Sampai di Semarang ketika masih gelap gulita. Bahkan Matahari pun belum siap menampakkan diri. Udara Semarang masih cukup sejuk. Keluar stasiun Tawang, saya dan teman berjalan santaii menyusuri semacam irigasi atau pintu air. Di bagian tengahnya, ada patung Soekarno yang tinggi menjulang. Spot yang membuat kami berhenti lama. Ada signage 'Semarang' yang cocok diabadikan oleh kami, turis lokal yang nyamar jadi travelers. Dengan carrier 45+5L, saya berjalan sok kuat. Ya, anggap latihan buat muncak. Yang sebenarnya entah kapan terealisasi. Karena, sejak belasan tahun hanya jadi wacana.  Stasi...

Semalam di Hotel Candi Indah Semarang

Pertama kali ke Semarang itu bareng temen-temen blogger. Salah satu kementrian, ngajak kami, para blogger dari Jabodetabek buat terbang ke Semarang. Wah, happy banget bisa jalan bareng blogger, naik maskapai plat merah. Sampai Semarang dijemput bus premiumnya burung biru, nginep di hotel bintang 4, lalu diajak keliling Semarang buat penyuluhan kesehatan. Dan, kali ini kunjungan ke Semarang juga bareng temen blogger. Tapi, teman blogger kesayangan yang sudah jadi keluarga banget. Biztrip lah ya istilahnya. Sungguh, pekerjaan yang kalau dibilang capek ya off course capek, tapi senang sekali menjalaninya. Karena, kerjanya bareng sama mereka-yang-kuanggap-keluarga. Jadi, mau secapek apapun, tetap dijalani dengan bahagia. Kunjungan ke Semarang di kali kedua ini, saya dan teman-teman menginap di Hotel Candi Indah, Semarang. Hotel yang menurut saya, letaknya strategis di tengah kota Semarang. Dekat dengan tugu muda, lawang Sewu, dan pusat oleh-oleh Pandanaran.  Kamar Kami dapat kamar tipe...

Pengalaman Naik Kereta Jarak Jauh dari Jakarta ke Surabaya

Pengalaman naik kereta jarak jauh, sebenarnya bukan yang pertama. Tapi, naik kereta ekonomi jarak jauh yang cukup nyaman, ya baru pertama kali. Jadi, pertama kali naik kereta jarak jauh itu ke Malang. Naik kereta yang kursinya tegak, keras, dan hadap-hadapan lutut ketemu lutut. Wah, itu benar-benar pengalaman yang bikin saya jadi enggan naik kereta ke luar kota lagi. Tapi, akhirnya saya naik kereta lagi jarak jauh lagi. Kali ini milih yang cukup nyaman. Walau bukan executive atau bisnis, tapi Alhamdulillah nyaman. Saya naik kereta Dharmawangsa, jurusan Pasar Senen - Surabaya. Sebelum milih Dharmawangsa, sempat nanya-nanya teman dulu dan teman bilang jangan naik Airlangga. Selain Airlangga, boleh. Jadilah saya milih Dharmawangsa yang harga tiketnya lebih terjangkau. Kenapa ngga direkomendasikan naik Airlangga, karena kursi keretanya tegak lurus dan berhadap-hadapan. Jadinya pasti bakal kurang nyaman. Durasi perjalanan Jakarta Surabaya itu 11 jam, bayangin aja kalo keretanya ngga nyaman,...

5 Makanan Khas Sunda Penggugah Selera

Walau bukan orang Sunda, tapi kalau soal makanan, masakan Sunda jadi salah satu yang best. Selain makanan Padang. Kalau pas pengen makan yang agak berat, makanan Padang, karena kan memang banyak mengandung santan.  Kalau lagi pengen makan yang light, makanan Sunda pilihannya. Berikut beberapa masakan Sunda yang jadi favorit  dan bisa meningkatkan mood.    1. Sayur Asem Sayur asam itu isinya beragam sayuran seperti labu, kacang panjang, daun melinjo, jagung. Bumbu yang digunakan juga simpel, hanya bawang, cabe (boleh pakai, boleh tidak), kemiri bakar. Atau kalau mau lebih simpel, pakai bumbu yang sudah diracik aja atau bumbu sayur asam yang instan.  2. Nasi Tutug Oncom Awalnya kurang tertarik sama nasi tutug oncom. Tapi, ketika pertama kali nyobain, jadi ketagihan.  Nasi tutug oncom ini, nasi dicampur dengan oncom. Penampilan nasi tutug oncom ini warnanya agak kurang menarik memang. Buat yang baru pertama kali makan, pasti. 3. Tumis Oncom Kemangi  Nah, ...

Liburan Lebaran Camping Bareng Keluarga di Green Corner Camp Pengalengan Bandung

Liburan lebaran kemarin kemana aja buibu? Kalau yang mudik, sudah pasti liburannya ngumpul sama keluarga di kampung halaman ya. Nah, buat yang ngga mudik kaya saya, liburannya ya paling jalan-jalan, atau staycation yang deket-deket aja. Tiap lebaran, selalu menyempatkan buat pergi ke satu tempat bareng mama papa. Ngajak mereka buat liburan, healing, sambil ngumpul sama cucu-cucu. Tahun ini, tujuannya masih sama kaya tahun lalu, Bandung. Awalnya sih mau ke Garut, cuma karena adik saya ngga punya supir pengganti, jadi ya kasian aja kalau nyetir Bekasi - Garut sendirian. Akhirnya, ya ke Bandung lagi. Seperti biasa, saya selalu kebagian menentukan tujuan wisata. Jujur bingung banget. Sampai akhirnya kepikiran buat camping aja deh. Adik saya, mama, dan papa ngga tahu kalau mau diajak camping. Jadi bawaan mereka ya bawaan mau staycation biasa aja. Sampai akhirnya, mereka kaget dong pas tahu kalau mau camping. Camping di Tepi Danau, Menikmati Dinginnya Bandung bareng Keluarga   Dari rumah...

Menikmati Terasering Panyaweuyan Majalengka, Hamparan Hijau Kebun Berundak

Waktu melewati daerah Ubud di Bali, saya sempat terpukau dengan keindahan terasering. Hamparan sawah yang dibuat berundak, hijau, dan beneran indah banget. Dari situ, kalau lihat terasering-terasering di daerah lain, seneng deh. Rasanya pengen lama-lama menikmati keindahan sawah yang unik seperti itu. Terasering atau sengkedan merupakan metode konservasi dengan membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng, menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, serta memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah ( Wikipedia ) 

[Review] Padi Resort, Sensasi Menginap di Hamparan Sawah

Abis review hotel di Singapura dan Kuala Lumpur , kali ini saya mau review penginapan lokal nih. Bukan hotel, tapi resort. Namanya Padi Resort. lokasinya ngga begitu jauh dari Bekasi, cuma sekitar 1.5 jam perjalanan aja. Itupun kalau ngga macet. Karena untuk ke penginapan ini, jalurnya itu jalur langganan macet. Apalagi kalo weekend, dah lah harus sabar-sabar aja. Saya menginap di Padi Resort bareng tim pengurus Bloggercrony Indonesia. Ngga 100% buat refreshing tapi ada rapat koordinasi. Memilih Padi Resort karena memang suasananya enak banget. Hamparan sawah yang luas jadi view yang ikonik banget di Padi Resort. Mungkin menyesuaikan sama nama resortnya ya, karena banyak padi di sana.

Pengalaman Pertama Sewa Penginapan Lewat Airbnb

Biasanya kalo urusan cari cari penginapan, andalan saya yaa Online Travel Agent (OTA) semacam Traveloka, Tiket, atau Booking(dot)Com. Sudah paling nyaman dan memang simple aja sih. Metode bayarnya pun gampil, bisa lewat minimarket juga. Add caption Terus kan, penasaran aja lihat temen yang selalu bisa dapet penginapan yang homey banget, plus ratenya yang kalau diitung-itung ya murah juga. Dia selalu bilang pakai Airbnb kalau cari penginapan. Jadi, di Airbnb itu jenis penginapannya itu apartemen dan homestay gitu. Cocok banget buat yang nginepnya rombongan. Soalnya jadi lebih murah timbang sewa kamar hotel. 

5 Destinasi Wisata Di Garut Yang Membuat Rindu Untuk Kembali

Ketertarikan saya akan Garut, dimulai sejak punya teman dekat yang asli orang Garut. Dulu, dia pernah berjanji akan membawa saya ke Garut, ya pulang kampung kata dia. Tapi Qadarullah, sampai akhirnya kami berpisah, janji itu tidak pernah ditepati. Sampai akhirnya saya berjanji, kalau saya harus menginjakkan kaki di Garut. Entah dengan siapa, pokoknya harus. Belasan tahun kemudian. Akhirnya saya berhasil membujuk suami agar mau traveling ke Garut. Untuk kali pertama, saya ke Garut bersama suami dan anak-anak. Ketika sampai, saya tersenyum sambil berucap 'ohh, ini yang namanya Garut' . Melepas pandangan dari dalam mobil, memerhatikan sekitar, lalu bersyukur karena mimpi saya untuk bisa ke Garut pun tercapai. 

Jalan-Jalan Kenyang Di Kampoeng Tempo Doeloe

Indonesia itu salah satu negara yang kaya banget sama kulinernya. Ngga cuma masayarakat kita aja yang suka sama makanan Indonesia, turis mancanegara pun ngga sedikit yang suka. Malah ada turis yang sengaja datang ke Indonesia hanya untuk menikmati makanan khasnya Indonesia. Saking terkenal dan kaya akan kulinernya, beberapa kuliner Indonesia dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.  Dari sekian banyak kuliner Indonesia, kira-kira apa sih favorit kamu? Kalau saya, karena berdarah minang yang kulinernya famous hingga ke seluruh dunia, tentu makanan minang yang jadi favorit saya. Sebut aja Kalio Ayam, Rendang, atau Asam Pade, duh ya Allah itu makanan yang paling enak menurut saya. Apalagi kalau buatan mamah, paling the best. 

Merencanakan Traveling Ke Belitung

Indonesia emang ngga ada duannya kalau urusan keindahan alam. Pokoknya yang lain lewat lah. Saking luasnya, menjelajah tiap sudut Indonesia ngga akan bisa diselesaikan dalam waktu 2, 3, atau 4 tahun. Kayanya perlu bertahun-tahun buat menyambangi semua keindahan alam di seluruh Indonesia. Dan, saya bangga tinggal dan jadi warga Indonesia. Keindahan alam Indonesia bukan cuma bikin jatuh cinta warganya aja, tapi warga dunia pun ikut jatuh cinta. Lihat aja berapa banyak wisatawan mancanegara yang tiap hari datang ke Indonesia buat liburan. Kalau kita ke Bali deh misalnya, kita tuh kaya ngerasa bukan di Bali saking banyaknya bule yang berhamburan. Dimana-mana. Iya, Bali jadi destinasi favoritnya para bule. Malah ada yang tahunya Indonesia itu cuma Bali.

Kenalan Sama Budaya Indonesia Lewat Souvenir

Apa yang dicari kalau lagi traveling ke suatu daerah atau negara? Pasti souvenir kan. Kayanya ada yang kurang aja kalau belum beli oleh-oleh buat orang-orang di rumah, atau teman dekat. Jenisnya pun bisa macam-macam. Tapi, biasanya sih yang dicari itu ngga jauh-jauh dari magnet kulkas, gantungan kunci, atau kaos. Alasanya, karena jenis oleh-oleh itu harganya ngga mahal-mahal banget.  Pas saya traveling sama anak-anak dan suami ke Singapore dan Malaysia, oleh-oleh yang kami beli pun ya cuma gantungan kunci, magnet kulkas dan beberapa merchandise lain. Itu juga harganya standar lah, ngga mahal-mahal banget. Masih mending sempet beliin oleh-oleh, daripada ngga sama sekali ya kan. Nanti ada yang baper terus saya dibilang pelit -_____-

Menikmati Yogyakarta Dan Budayanya

Selain Bali, Jogja merupakan destinasi wisata favorit yang tiap hari selalu aja dipenuhi oleh turis. Baik turis lokal ataupun turis interlokal eh maksudnya internasional. Ada beberapa spot wisata di Jogja yang ngga pernah sepi dari ramainya para pelancong. Sebut aja Malioboro. Sebuah lokasi dimana kita ngga cuma merasakan budayanya, tapi juga kuliernya.  Saya sendiri baru 4 kali ke Jogja. Sayangnya, 3 dari 4 kunjungan saya itu bukan buat liburan tapi undangan dan urusan pekerjaan. Dimana, saya ngga bisa kemana-mana dengan leluasa. Ada itinerary yang harus dipatuhi. Jadi ya pasrah aja selama di Jogja cuma bisa melihat sekilas keramaian di jalanan Jogja.

#BigBirdJalanJalan Goes To Cirebon With ILDI

Apa yang kamu tahu tentang Cirebon? Udang, Terasi, atau ngapak-ngapaknya? Kalau saya sih yang saya inget ya bahasa orang Cirebon yang ngapak-ngapak. Soalnya dulu pas jaman masih unyu ((unyuu)) pernah punya teman dekat yang asalnya dari Cirebon. Tiap kali dia ngomong tuh, rada geli sendiri soalnya logatnya itu ngga bisa hilang. Saat dia pulang kampung, saya sering dibawain oleh-oleh kerupuk miskin (kerupuk yang digoreng sama pasir, saking ngga ada minyak) pakai bumbu terasi, duh endesss banget lah. Sampai sekarang masih berasa di lidah rasa kerupuknya.  Kalau sengaja ke Cirebon buat traveling jujur aja belum pernah. Cuma pernah lewatin aja pas traveling ke Bali 2 tahun yang lalu. Tapi kalau ada yang ngajakin mah pengen juga main-main di kota udang itu. Dan tiba-tiba mba Nuniek nawarin jalan-jalan gratis ke Cirebon :) lewat grup Indonesia Lifestyle Digital Influencer (ILDI). Pas baru-baru di share masih mikir juga, kira-kira waktunya bisa ngga ya. Eh, saat lihat banyak juga...