Skip to main content

Posts

Showing posts from 2025

Stop! Jangan Lakukan Ini Kalau Kamu ke Cafe

Banyak dari kita, pasti pernah ke cafe ya. Entah itu memang pengen ngopi, janjian sama teman, meeting, atau memang buat kerja. Saat pandemi, banyak kan perusahaan yang menerapkan work from home. Jadi, pegawai kerjanya dari rumah, meeting pakai aplikasi zoom, ngumpulin tugas pakai drive dan sebagainya. Setelah pandemi perlahan usai, kebiasaan baru itu ngga lantas hilang. Malah banyak yang kaya 'keenakan'. Akhirnya, karyawan yang kerjanya memang ngga harus tatap muka, kerjanya bisa dari mana aja. Sejak itulah, bermunculan cafe atau coffee shop yang menawarkan kemudahan bekerja dari cafe. Disediakan ruangan khusus, koneksi wifi yang cepat dan stabil, hingga menyediakan makanan dan minuman supaya tetap semangat kerja.  Tapi, walau cafe atau coffee shop sudah membuat paket work from cafe, suka ada aja pengunjung yang malah sekadar memanfaatkan. Saya sempat baca sebuah utas di thread, tentang orang yang merasa terganggu dengan kehadiran anak kecil di cafe. Menurutnya, cafe yang banya...

Menikmati Segelas Kopi, Dengan Pilih Beans Sendiri di The Flag Coffee

Kalau pesan segelas Kopi di coffee shop, biasanya kita akan dapat kopi dengan racikan template. Maksudnya, racikannya akan sama dengan orang yang pesan menu yang sama dengan kita. Yang paling menentukan kopi itu enak atau nggaknya kan dari racikannya ya. Jenis kopi, tingkat kepekatan kopi juga abisa jadi poin penting dalam menentukan kopi itu enak atau ngga. The Flag Coffee salah satu coffee shop yang ada di Bekasi, punya cara unik dalam menyajikan kopi. Apa yang unik dari The Flag Coffee? Sejak menjamurnya kedai kopi dimana-mana, jadi suka penasaran aja sama rasa-rasa kopi di kedai-kedai itu. Menurut saya, tiap kedai kopi punya ciri khasnya sendiri. Kalau pas nemu yang kurang cocok, saya sih ngga akan balik lagi ke kedai kopi tersebut. Kesempatan buat nyari kedai kopi yang cocok sama selera saya. Akhir pekan lalu, saya janjian sama teman di The Flag Coffee Jatibening Pondok Gede, Bekasi. Ada yang perlu diobrolin, lalu sepakat ketemuan di coffee shop yang ngga terlalu jauh dari rumahn...

Rekomendasi Wisata Kuliner Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta bukan hanya jadi pusat bisnis dan budaya, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner. Jakarta, menawarkan ragam cita rasa—dari makanan tradisional Betawi hingga hidangan modern kelas internasional. Menjamurnya resto, cafe, atau kedai makanan, jadi tanda kalau minat orang akan kuliner terus meningkat.  Berikut beberapa destinasi wisata kuliner populer di Jakarta yang bisa Anda jadikan referensi saat berburu makanan lezat. Jalan Sabang  Jalan Sabang merupakan salah satu destinasi kuliner malam yang terpopuler di Jakarta. Deretan pedagang kaki lima dan restoran berjejer hingga larut malam, menawarkan berbagai menu seperti sate, nasi goreng, mie aceh, seafood, hingga makanan Timur Tengah. Suasana yang ramai dan variasi kuliner yang lengkap membuat kawasan ini wajib dikunjungi. Kota Tua Jakarta Kawasan Kota Tua ngga hanya terkenal dengan bangunan bersejarahnya, tetapi juga sebagai tempat berburu kuliner yang menggugah selera. Di arena ini, kita ...

Keliling Menyusuri Bangunan Bersejarah Dengan Open Top Tour Bus Terbuka Dari TransJakarta

Pernah lihat ngga sih, ada bus tingkat yang bagian atasnya terbuka. Bus seperti ini biasanya digunakan untuk tur keliling kota. Kalau di Singapura dan Kuala Lumpur namanya Hop On Hop Off. Busnya akan berjalan menyusuri beberapa spot-spot ikonik di pusat kota. Nah ternyata, Jakarta juga punya bus wisata dengan Atap terbuka seperti Hop On Hop Off. Namanya, Open Top Tour. Jadi, saya dapat kesempatan buat nyobain bus terbuka, Open Top Tour. Bus ini baru diluncurkan pada December 2024. Rute pertama Open Top Tour adalah Jakarta Skyline. Nah, pada awal Oktober kemarin, Open Top Tour membuka rute baru, Jakarta Heritage. Saya bareng teman-teman Sovlo, diajak keliling bangunan bersejarah. Untuk rute Jakarta Heritage dimulai dari Pos Bloc. Lalu, akan melintasi Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Monumen National, serta Istana Negara. Ada 2 orang tour guide yang selama perjalanan akan menceritakan sejarah dari bangunan yang dilewati. Dari sejarah yang disam...

Istano Baso Pagaruyung, Napak Tilas Kejayaan Kerajaan Minangkabau di Tanah Datar

Salah satu spot yang masuk dalam itinerary di trip Sumatera lebaran kemarin, adalah Istano Pagaruyung. Saya memang ngga ingat, bagiamana dulu saya diajak mama papa ke Istana ini. Hanya foto yang akhirnya seakan bercerita. Menurut mama, saat itu umur saya baru 2 tahun. Papa yang memang hobinya membahagiakan dan membuat momen indah buat anak istrinya, mengajak kami pulang kampung. Ya, mama berasal dari Sumatera Barat. Tepatnya dari Batusangkar. Nah, kalau mau ke Batusangkar, kita akan melewati istana besar yang bentuknya seperti rumah gadang, rumah adat Sumatera Barat. Ketika bisa menjejakan kaki lagi di Istano Basa Pagaruyung, ada melow-melownya juga. Langsung teringat papa, yang pernah mengusahakan saya, abang, dan mama untuk bisa sampai di istana nan indah ini. Kalau papa Masih ada, pasti langsung mengalir cerita-cerita puluhan tahun lalu. Ketika ia membawa kami pulang kampung. Dan, akhirnya saya, suami, dan anak-anak bisa menjejakkan kaki di sebuah peninggalan sejarah, yang megah. Is...

Saat Seduh, Coffee Shop di Bekas Pabrik Besi dengan Konsep Open Space yang Unik

Biasanya kalau pengen ngopi, perginya ke coffee shop yang fancy dan estetik. Nah, kemarin tuh diajakin sama suami ke coffee shop yang menurut saya out of the box sih. Kupikir, coffee shop cakep dengan detail yang minimalis estetik. Ternyata, dibawa ke coffee shop yang lokasinya agak lain. Bayangin, bekas pabrik diubah jadi coffee shop. Pabriknya kaya udah puluhan tahun kosong, ngga kepakai. Vibesnya berasa old banget. Ada rasa kurang nyaman juga, dengan bentuk bangunannya yang berasa masuk ke gudang tua. Saat Seduh, jadi coffee shop dengan konsep yang unik, yang saya kunjungi. Area parkir berada di belakang gedung. Karena saya datang ketika malam hari, jadi ngga terlalu keliatan juga bagaimana kondisi parkiran. Terlihat rumput-rumput yang tinggi. Gedung tua yang apakah memang sengaja dibiarkan dengan kondisi seadaanya. Mungkin bagi sebagian orang, tampilan gedung dengan kesan vintage seperti itu dianggap keren.  Dari Pabrik Besi, Jadi Coffee Shop Unik Jujur ngga expect sama sekali ...

Pengalaman Pertama Kali Naik Sleeper Bus Yogyakarta Bekasi

Setelah kesampaian bisa naik kereta jarak jauh. Keinginan buat naik sleeper bus pun akhirnya kesampaian. Alhamdulillah lagi, naik sleeper busnya ngga mengeluarkan uang sama sekali alias gratis. Kok bisa gratis? Bisa aja kalau kamu content creator :p Lumayan banget bisa dapat experience mencoba hal baru. Apalagi hal yang belum pernah dicoba sebelumnya. Saya naik sleeper bus dari Jogja menuju Bekasi. Perjalanan ke Jogjanya saya lakukan dari Semarang. Ya, karena saat itu saya harus ke Semarang dulu. Beres urusan di Semarang, baru saya beranjak ke Jogja menggunakan shuttle bus. Perjalanan saya dari Semarang ke Jogja dengan shuttle bus, sudah saya tulis juga kok. Dari Semarang ke Jogja dengan shuttle bus memakan waktu hampir 4 jam. Kalau dari Jogja ke Bekasi, waktu tempuhnya sekitar 10 jam. Dari sekian banyak sleeper bus yang beroperasi, saya pilih Sembodo. Bus ini sebenarnya lebih terkenal di rute Sumatera. Rute Jawa Tengah ini, katanya sih baru. Tapi walau rutenya baru, armadanya ngga bar...

Menelusuri Sejarah Goa Selomangleng, Tempat Pertapaan Dewi Kilisuci

Mempelajari sejarah sebenarnya bukan satu hal yang sulit. Hanya saja, ada orang yang pusing duluan dengan kisah yang ada. Karena, kita pasti akan dibawa kembali ke puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Tokoh yang terlihat di dalam sejarah, yang mungkin nama-namnya tidak familiar dan cenderung sulit dihapal. Belum lagi silsilah dari tokoh dari sejarah tersebut. Tapi, itu yang membuat kita menyadari, bahwa sebelum moderenisasi muncul, ada sejarah panjang di belakangnya. Ketika saya mengunjungi Kediri, salah satu teman saya yang freak banget dengan sejarah, mengajak kami untuk mengunjungi Museum Airlangga. Untuk masuk ke kawasan ini, perlu membayar tiket masuk (kalau tidak salah) Rp. 5.000. Ketika kami sampai, ternyata mueseumnya tutup. Lalu, ada segerombolan orang-orang berpakaian khas Bali. Yang laki-laki memakai udeng dan sarung yang dililitkan di pinggang. Yang perempuan, memakai kebaya. Pakaian khas masyarakat Bali yang dipakai ketika hendak ibadah. Ternyata memang sedang ada acara umat...

Sempatkan Sekali Seumur Hidup, Buat Staycation Bareng Keluarga

Sebelum masuk ke dunia blogging, jarang banget bisa staycation atau menginap di penginapan seperti hotel, bareng keluarga. Selain banyak pertimbangannya, saya merasa masih belum perlu banget sewa hotel untuk sekadar tidur semalam. Tapi, setelah banyak kenal orang lewat blogging, lalu banyak kesempatan yang datang buat staycation, akhirnya sampai sekarang ketagihan. Tiap kali ada kesempatan dan off course ada rezekinya, langsung bawa anak-anak buat menginap di hotel. Sudah berapa banyak hotel atau penginapan yang disinggahi? Bisa dilihat di blog ini, pilih label hotel atau hostel. Sebagai besar tempat staycation yang sudah saya singgahi, saya tulis di blog ini. Enaknya jadi blogger, bisa 'merekam' apapun. Tempat, momen, dan apapun. Buat saya, menulis seperti menyimpan memori. Bonusnya, tulisan yang saya tulis, bisa bermanfaat bagi banyak orang.  Seperti halnya ketika saya menulis ulasan tentang hotel atau penginapan, yang pernah saya kunjungi. Manfaatnya memang ngga langsung ter...

Citere Resort Pangalengan, Penginapan Tanpa AC Tapi Bikin Menggigil

Bandung lagi. Tapi kunjungan kali ini bukan ke Bandung kota seperti biasa. Area yang cukup jauh dari Bandung. Perlu melewati jalan yang menanjak dan berkelok-kelok untuk bisa sampai di lokasi. Pangalengan. Kalau ke Bandung hanya perlu waktu 2 jam dari Bekasi. Beda dengan ke Pangalengan. Walau sama-sama Bandung, tapi waktu tempuh dari Bekasi mencapai 4 jam. Apalagi medan yang dilalui berkelok dan menanjak.  Walau jauh, tetap suka kok ke Pangalengan. Kunjungan ini adalah kali ketiga saya ke Pangalengan. Udaranya dingin sekali. Malah kalau menurut saya, lebih dingin dari Lembang. Bagi saya yang tinggal di kota yang panas seperti Bekasi, datang ke daerah yang dingin, cukup menyenangkan. Tapi ya kalau kelamaan, rasanya tetap ngga betah sih. :p  Kunjungan ke Pangalengan kali ini,  karena ada gathering dari kantor suami. Citere Resort ini dipilih karena dekat dengan destinasi wisata yang ada di itinerary. Jadi, salah satu tujuan wisatanya adalah berendam air panas malam hari di ...

4 Wisata Air Panas di Jawa Barat, Salah Satunya Buka 24 Jam

Kalau di tulisan sebelumnya, saya bilang kalau hanya taju Ciater sama Tirta Camelia sebagai destinasi wisata air panas di Jawa Barat. Karena saya merasa ngga puas, akhirnya saya mengumpulkan beberapa informasi soal wisata air panas di Jawa Barat. Ternyata selain Ciater dan Tirta Camelia, ada lagi loh destinasi wisata air panas.  Mungkin ya, sekian kelima list ini, ada lagi destinasi air panas di Jawa Barat. Tapi semoga 5 wisata air panas yang saya tuliskan ini bisa jadi rekomendasi tujuan wisata saat kamu traveling ke Jawa Barat.  1. Sariater Hot Spring, Subang  Harga tiketnya, mulai dari sekitar Rp 50.000/orang untuk paket “Park” di hari biasa. Paket lain, weekday Park Rp 50.000, pool paket Rp 90.000; weekend sedikit lebih tinggi.  Fasilitas yang ditawarkan, kolam air panas untuk anak & dewasa, private pool berendam, water-park dengan permainan air. Ada restoran, penginapan/lodging, musholla, dan gazebo.  Daya tarik dari pemandian air panas Ciater ini, sumb...

Berendam Air Panas Malam Hari di Tirta Camelia, Pangalengan

Beneran deh, jarang banget pergi atau berkunjung ke pemandian air panas. Terakhir berendam air panas di Ciater, sekitar 4 tahun lalu. Setelahnya, ngga pernah lagi. Yang saya tau, kalau mau mandi air panas ya ke Ciater. Karena memang lokasi itu yang terkenal. Sampai akhirnya, dibawa sama suami ke tempat pemandian air panas di Pangalengan. Sebenarnya, mandi air panas ini jadi salah satu dari rangkaian acara dari kantor suami. Bingung juga pas dikasih lihat itinerarynya. Yakali berendam air panas malam-malam. Emang ada yang buka? Ternyata, hot spring Tirta Camelia buka 24 jam. Amaze. Lokasinya ada di Pangalengan. Jauh memang kalau dari Bandung. Dari Bekasi, waktu yang ditempuh sekitar 4 jam. Setara Bekasi - Kuningan. Padahal masih masuk Bandung, tapi karena Bandung pinggiran, jadinya lama banget. Perjalanan menuju Pengalengan juga berkelok-kelok. Kalau ngga terbiasa, bisa mabok kayanya.  Untuk sampai di Tirta Camelia, kita akan melewati perkebunan teh yang Masya Allah Tabarakallah. Na...