Salah satu spot yang masuk dalam itinerary di trip Sumatera lebaran kemarin, adalah Istano Pagaruyung. Saya memang ngga ingat, bagiamana dulu saya diajak mama papa ke Istana ini. Hanya foto yang akhirnya seakan bercerita. Menurut mama, saat itu umur saya baru 2 tahun. Papa yang memang hobinya membahagiakan dan membuat momen indah buat anak istrinya, mengajak kami pulang kampung. Ya, mama berasal dari Sumatera Barat. Tepatnya dari Batusangkar. Nah, kalau mau ke Batusangkar, kita akan melewati istana besar yang bentuknya seperti rumah gadang, rumah adat Sumatera Barat. Ketika bisa menjejakan kaki lagi di Istano Basa Pagaruyung, ada melow-melownya juga. Langsung teringat papa, yang pernah mengusahakan saya, abang, dan mama untuk bisa sampai di istana nan indah ini. Kalau papa Masih ada, pasti langsung mengalir cerita-cerita puluhan tahun lalu. Ketika ia membawa kami pulang kampung. Dan, akhirnya saya, suami, dan anak-anak bisa menjejakkan kaki di sebuah peninggalan sejarah, yang megah. Is...