Selasa, 15 Oktober 2019

5 Destinasi Wisata Di Garut Yang Membuat Rindu Untuk Kembali


Ketertarikan saya akan Garut, dimulai sejak punya teman dekat yang asli orang Garut. Dulu, dia pernah berjanji akan membawa saya ke Garut, ya pulang kampung kata dia. Tapi Qadarullah, sampai akhirnya kami berpisah, janji itu tidak pernah ditepati. Sampai akhirnya saya berjanji, kalau saya harus menginjakkan kaki di Garut. Entah dengan siapa, pokoknya harus.



Belasan tahun kemudian. Akhirnya saya berhasil membujuk suami agar mau traveling ke Garut. Untuk kali pertama, saya ke Garut bersama suami dan anak-anak. Ketika sampai, saya tersenyum sambil berucap 'ohh, ini yang namanya Garut'. Melepas pandangan dari dalam mobil, memerhatikan sekitar, lalu bersyukur karena mimpi saya untuk bisa ke Garut pun tercapai. 

Untuk sampai di Garut, lama perjalanan yang harus saya tempuh dari Bekasi sekitar 4 jam. Oh iya, itu sudah termasuk dengan istirahat dan shalat. Jalur yang ditempuh menurut saya cukup baik dan karena bukan hari raya, jalanan cukup lancar dan tidak macet.



Traveling ke Garut yang saya lakukan sebenarnya dadakan. Biasanya, jika traveling dengan anak-anak keluar kota, saya akan booking hotel maksimal satu minggu sebelum berangkat. Namun, untuk perjalanan ke Garut ini, saya memutuskan untuk booking hotel setelah sampai di Garut. Alhamdulillah, masih ada hotel yang harganya terjangkau yang bisa dipesan dadakan. 

Buta dengan wilayah Garut, saya pun meminta tolong seorang sahabat blogger yang tinggal di Garut. Bagaimanapun juga, penduduk lokal adalah yang paling mengerti daerah mereka. Kami menjelajah Garut, lebih tepatnya Kota Garut sampai malam. 

Sambil menelusuri jalan di Kota Garut, teman saya yang hobi bercerita, tak henti mengenalkan berbagai hal menarik di Garut. Rasanya, teman saya bisa sekali dinobatkan sebagai Duta Garut. Sayangnya, kunjungan saya ke Garut hanya satu malam saja. Jadi, hanya beberapa saja destinasi wisata di Garut yang bisa saya kunjungi. 

Saya pikir tidak masalah jika saat itu belum bisa banyak mejelajah di Garut. Toh, saya bisa kembali lagi ke Garut, karena jarak pun tidak terlalu jauh. 

Destinasi Wisata di Garut Yang Membuat Kamu Ingin Kembali Ke Garut 


Jika mau diuraikan, rasanya halaman ini tidak cukup untuk menuliskan hal menarik soal Garut. Banyak sekali yang membuat Garut istimewa, setidaknya bagi saya yang bukan orang Garut. Selain Bandung yang melegenda, Garut menjadi destinasi traveling yang selalu saya rindukan. Bukan untuk mengingat mantan teman dekat, yang kerap kali membanggakan kampung halamannya. Tapi memang, setelah menjejak di Garut, hati saya seakan terpaut. Dan ketika harus kembali ke realita sebagai ibu rumah tangga, seakan Garut berkata 'kapan ke Garut lagi?' 

Fakta unik tentang Garut : Kota Garut sebagai pusat kota ternyata dikelilingi oleh pegunungan. Hanya sisi tenggara dan timur laut yang tidak tertutup oleh pegunungan. Tidak heran jika di Garut, hawanya sangatlah sejuk. 

Kamu harus menjejakkan kaki dulu di Garut, agar percaya bahwa yang saya tulis bukan sekadar basa basi. Memang, tidak banyak destinasi wisata di Garut yang berhasil saya kunjungi saat itu. Namun, di kunjungan berikutnya, saya harus berhasil mengunjungi destinasi wisata di Garut yang lainnya. 

Darajat

Walau baru pertama kali berkunjung ke Darjat, jujur saya sudah jatuh hati. Perlu sekitar satu jam dari pusat kota untuk sampai di puncaknya Garut ini. Suasananya adem, sampai saya meminta suami untuk mematikan AC mobil dan membuka jendela. Angin dingin yang menerpa wajah kami benar-benar membuat segar.



Ketinggian Darajat diperkirakan sekitar 1920 mdpl. Kontur jalannya berbukit dan banyak dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. Selama menanjak, mata kita akan melihat banyak sekali lahan yang ditanami sayur, buah, dan lainnya. 

Perjalanan saya ke Darajat adalah untuk menikmati kolam air panas di Darajat Pass atau biasa dikenal dengan Puncak Darajat. Ada banyak kolam renang air panas yang tersedia untuk berbagai usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, bisa puas mandi air panas atau sekadar berendam. 

Gunung Papandayan 

Saya jadi teringat suami pernah berjanji mau mengajak saya hiking ke Papandayan. Namun, sampai anak sudah 4, janji itu masih berupa janji. Agak miris dan menyedihkan, sih. Menurut suami yang pernah hiking ke gunung Papandayan, pemandangan di sana sungguhlah indah. 

Papandayan menjadi salah satu destinasi favorit di Garut. Tempatnya mudah dicapai, bahkan bagi yang belum pernah naik gunung seperti saya. Ada padang edelweis, bunga anti layu yang sering dijadikan simbol awetnya sebuah hubungan. Ada komplek kawah Papandayan yang bisa dijadikan area melepas penat. Bagi manusia-manusia urban, pemandangan gunung dan sekitarnya mungkin bisa menjadi obat.

Bagi mereka yang terobsesi dengan sunrise, pemandangan sunrise di tebing sunrise Papandayan tidak boleh dilewatkan. Melihat sunrise akan membuat kita banyak bersyukur, bahwa Allah masih memberi keindahan pada bumi. 

Curug Sang Hyang Taraje 

Saya sempat ngotot mau mengunjungi lokasi ini. Namun setelah diberi tahu bahwa lokasinya cukup jauh dari pusat kota, dan waktunya tidak memungkinkan, akhirnya saya harus kembali mimpi menikmati percikan air terjun Sang Hyang Taraje.

Curug Sang Hyang Taraje (sumber : sportourism)

Curug Sang Hyang Taraje ini berada di Kecamatan Pakenjeng, Garut. Karena saya menginap di pusat kota, jarak yang harus ditempuh untuk sampai Curug Sang Hyang Taraje ini akan sangat lama. Kenapa saya bersikeras ingin ke Curug ini? karena curug ini unik. Ada dua air terjun kembar yang cukup tinggi, dengan volume air yang sangat deras. 

Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo 

Selain gunung, pantai adalah tempat dimana kita bisa refreshing our mind. Mengutip kata-kata Kugi dalam Film Perahu Kertas '...Ombak, suara paling merdu di dunia'. Ya, pantai dan suara deburan ombak adalah suara paling menenangkan selain alunan nina bobo dari ibu.

Pantai Sayang Heulang (sumber : digarut)

Pantai Sayang Heulang bersampingan dengan Pantai Santolo. Lokasinya yang saling berdekatan, menjadikannya sering dikunjungi sekaligus oleh wisatawan. Berada di wilayah Kecamatan Cikelet, sekitar 88 km dari pusat kota. Sangat jauh memang dari pusat kota, sehingga menjadi alasan kenapa saya belum bisa ke kedua pantai ini. 

Yang unik dari Pantai Sayang Heulang adalah bentang karang yang menjorok ke arah laut di sepanjang garis pantai. Ketika air laut surut, kita bisa berjalan di atas karang. Ada banyak ikan warna-warni yang terjebak di karang, bukan di nostalgia.

(sumber : nativeindonesia)

Sedangkan Pantai Sontola memiliki pulau kecil yang bisa ditempuh dengan perahu. Bukan hanya pantai yang cantik yang bisa dijumpai, tapi ada pintu air yang dibangun pada oleh Belanda. Masih terlihat kokoh, menambah cantiknya pantai Sontolo. 

Alun-Alun Kota Garut


Lokasinya di pusat kota Garut. Namun, jangan bayangkan pusat kota seperti Jakarta. Pusat kota Garut sangat friendly dan tidak semacet ibukota. Suasananya tetap menenangkan walau dengan hilir mudiknya warga Garut.

Delman Domba (sumber : garutnews)

Saya mampir ke Alun-Alun Garut ketika malam hari. Sebenarnya karena mencari tempat makan untuk makan malam. Ada banyak sekali pedagang makanan dengan menu khas Garut. Rasanya ingin sekali makan banyak, namun itu tidak mungkin. Kapasitas dompet dan perut sangat tidak sinkron.

Seperti alun-alun di kota lain, alun-alun Garut juga menjadi pusat kegiatan warga Garut. Banyak wahana seperti permainan untuk anak yang bisa disewa. Yang unik, ada Deldom yang bisa kita lihat. Deldom adalah delman yang ditarik oleh domba, yang bisa dinaiki oleh anak-anak. Karena yang menarik delman adalah domba, sebaiknya orang dewasa tidak ikut naik. Kasihan dombanya.

Masjid Agung Garut (sumber : travelingyuk)
Selain dekat dengan keramaian kota, alun-alun Garut dekat juga dengan Masjid Agung yang menjadi ikon religi kota Garut. Selain itu, di bagian selatan alun-alun, ada juga Babancong, sebuah bangunan bersejarah yang masih terawat. Menurut informasi, Babancong ini adalah semacam pendopo yang biasa dipakai oleh para pembesar untuk menyaksikan keramaian alun-alun, atau berpidato.

Bagi yang merasa traveling hambar tanpa wisata kuliner, berkunjung ke alun-alun tidak akan pernah salah. Bermacam jajanan dan kuliner khas Garut tersaji dan menggugah selera. Salah satu kuliner Garut yang jadi favorit saya adalah baso aci. Baso yang terbuat dari tepung sagu ini sangat khas dan bisa membuat candu. Alhamdulillah, di Bekasi bisa dengan mudah menemukan baso aci. Jadi ketika kangen melanda, hanya tinggal meluncur ke kedainya. Anggap itu sebagai cara obati kangen pada Garut. 

Garut, Tunggu Aku Lagi


Insya Allah, ketika anak-anak libur sekolah, saya akan merencanakan kembali liburan ke Garut. Karena, rasanya selalu ada yang kurang jika traveling tanpa anak-anak. Perjalanan akan sangat berwarna dengan kehadiran mereka. Tidak begitu flat karena pasti akan selalu ada bertengkar di dalam mobil. Berujung menangis, diiringi dengan ocehan saya dengan nada yang meninggi.

Garut, akan tetap menjadi destinasi dimana saya akan selalu rindu untuk kembali. Ketika penat dengan banyak deadline dan undangan event yang tidak bisa terpenuhi, menghirup udara Garut ditemani baso aci, adalah pilihan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...