Minggu, 13 September 2015

Backpacker 4 Hari 3 Malam Di Malaysia



Ini adalah traveling lanjutan saya dan teman saya. Setelah menjelajah Singapura, kini backpacker  di Malaysia. Sebelum menuju Kuala Lumpur, kami bermalam di Johor Bahru.

(baca Backpacker 3 Hari 2 Malam di Singapura)



Dari Singapura kami menggunakan bus yang terminalnya ada di QueenStreet. Lokasinya ngga jauh dari Bugis Street. Hanya berjalan sekitar 200 meteran. Jadi ngga perlu naik bus, ya. Nama busnya Causeway Link, warnanya kuning, dan tarifnya 3,30 SGD. Ngga terlalu mahal, ko. Tiketnya itu bisa dibeli di terminalnya. Di terminal itu ada 2 jenis bus. Cuma karena yang direkomendasiin sama teman yang warna kuning, jadilah kami naiknya yang warna kuning. Menurut teman saya itu, bus berwarna kuning itu cepat dan ternyata emang beneran cepat banget.


Karena akan pergi keluar dari negara Singapura, pastinya akan melewati imigrasi. Kami turun di kantor imigrasi Singapura yang berbatasan dengan Johor. Di sana petugas imigrasi memeriksa paspor dan meminta kartu imigrasi yang diberikan saat di Changi.

Disini saya buat kesalahan. Teman saya udah kasih peringatan kalau ngga boleh ambil gambar. Karena emang ada peraturan yang ditulis gede banget. Saya cuek aja. Secara, blogger itu selalu butuh gambar, alasannya buat keperluan blog *ya iyalah*. Eh.. sebelum masuk jalur pemeriksaan, saya dipanggil oleh petugas. Percakapannya seperti ini (petugasnya pakai bahasa melayu):

Petugas : Dek... dek.. (iya, saya beneran dipanggil dek ^__^) sini!
Saya : Iya pak, ada apa?
Petugas : Tadi ambil gambar?
Saya : (agak grogi) iya pak tapi hanya sedikit
Petugas : Mana lihat 
Saya : (kasih lihat foto-foto di hp) hanya ini, ini dan ini
Petugas : Hapus!
Saya : Oke pak (hapus-hapusin foto)
Petugas : Lain kali tak boleh ambil gambar. 
Saya : Iya pak, maaf (langsung kabur)

Beneran deg-degan ituh. Temen saya cuma ngakak lihat saya. Mungkin dalam hati dia bilang "sukurin lo, kan udah gue bilang. Bandel sih" Iya sih, emang saya salah. Udah, jadinya drama lagi, kan.

Setelah proses pemeriksaan selesai, perjalanan kami dilanjutkan. Busnya masih menggunakan bus warna kuning dan ngga perlu bayar lagi. Karena, tarif 3,30 SGD itu tarif untuk mengantar kita sampai Terminal Larkin di Johor.

Masuk ke kantor imigrasi selanjutnya. Kali ini nama kantornya Sultan Iskandar Building. Kami turun lagi dan diperiksa paspornya lagi. Setelah melewati pemeriksaan paspor, kami naik bus lagi. Masih dengan bus warna kuning. Dan perjalanan pun dilanjutkan sampai Terminal Larkin di Johor Bahru.

Day 1 - Johor Bahru

Kalau di total, perjalanan dari Singapura ke Johor Bahru itu sekitar 2 jam-an. Cepet, ya. Sampai di Johor, kami sempat shalat di masjid yang ada di terminal Larkin. Sambil nunggu teman yang mau jemput, ya... istirahat sekalian lurusin badan di masjid.


Di Johor ini kami bermalam di rumah seorang teman yang memang tinggal di Johor. Dia sih orang Indonesia tapi karena sang suami bekerja di Johor, jadilah ia dan anak-anaknya ikut tinggal di Johor juga. Saya memanggilnya Teh Sri, karena asli urang sunda.

Jam 4 kami dijemput Teh Sri. Dia ngga langsung mengajak kami ke rumahnya. Kami diajak keliling-keliling dulu. Main di istana sultan Johor tapi di taman depan gerbangnya aja sih. Terus lanjut ke Masjid Abu Bakar, Johor Zoo dan terakhir main foto-foto narsis di University Teknologi Malaysia (UTM). UTM ini kaya ITB di Bandung, cuma ini jauh lebih luassss, ih pokonya luas banget deh. Lupa berapa hektar. Suasanya bener-bener alam banget, berasa di daerah puncak gitu.




Puas keliling-keliling, baru deh kita pulang. Isitrahat dan ngobrol-ngobrol banyak soal Johor Bahru. Ketemu juga sama anak-anaknya Teh Sri yang 'comel' sangat. Malamnya kami diajak makan di salah satu resto yang jadi favorit keluarga Teh Sri. Setelah itu pulang dan tidur.

Day 2 - Kuala Lumpur

Sekitar jam 11 siang, kami meninggalkan rumah Teh Sri. Dan Teh Sri masih berbaik hati mau mengantarkan kami ke Terminal Larkin. Mungkin dia takut kami nyasar kali ya. Teh Sri ini benar-benar ingin menyenangkan tamunya, saya dan teman saya jadi merasa gimana gitu. Kalau Teh Sri baca tulisan ini, saya mau bilang, thanks a lot and so much, tetehhh ^__^

Menuju Kuala Lumpur, kami naik bus. Di terminal Larkin ada banyak bus menuju Kuala Lumpur. Mirip bus-bus ke Jawa yang ada di Indonesia. Banyak calo yang nawarin, ko. Cuma harus tetep hati-hati aja, namanya juga di negara orang. Harga tiketnya, 34 MYR. Kalau di kurskan ke rupiah sekitar 100 ribuan. Perjalanan Johor ke Kuala Lumpur ditempuh selama 4 jam. Lumayan lama, sih.

Kami turun di Terminal Bersepadu Selatan. Terminalnya besar banget dan bersih. Jadi, terminal ini terintegrasi antara bus dan kereta. Untuk sampai di Kuala Lumpur, kami naik kereta KLIA Transit. Tarifnya 1.4 MYR. Kami turun di stasiun KL Sentral. Dan, stasiun ini adalah stasiun terbesar dan terintegrasi. Jadi, disini ada terminal busnya juga. KL Sentral juga jadi stasiun transit, jadi macam stasiun manggarai atau tanah abang gitu. Dari stasiun ini biasanya orang-orang akan pindah kereta/bus untuk lanjutin perjalanan.

Kami pindah kereta menuju stasiun Pasar Seni. Beli tiketnya murah, cuma 1 MYR. Sampai di stasiun Pasar Seni, kami turun ke bawah dan keluar. Melewati jalan-jalan asing yang ramai. Excited karena sampai juga di Kuala Lumpur. Ngga nyangka bisa menjejakan kaki di Negaranya UpinIpin.

Karena menurut info, letak hostel kami ngga jauh dari Stasiun Pasar Seni, kami pede aja jalan kaki. Sambil nanya-nanya orang juga. Teruussss aja kami jalan, tiba-tiba saya ngerasa kalau kami itu nyasar. Jalan udah hampir 1 kilo tapi ngga nemu juga hostel tempat kami menginap. Di saat bingung dan capek gitu, masuklah kami ke Sevel.

Beneran udah ngga tau harus kemana lagi. Dan, TERPAKSA beli sim card Malaysia seharga 8 MYR supaya bisa connect dengan internet. Karena kami ngga bisa mengandalkan wifi. Berharap banget sim cardnya bisa dipakai. Eh... ternyata sim cardnya ngga bisa dipakai buat browsing. Capee dan pengen pingsan. Akhirnya, si mbak petugas Sevel, dengan baik hati mau bantuin. Dia pakai hp nya buat cari letak hostel. Jreng....jreng, ternyata kami jalan udah kejauhan, banget. Posisi hostel kami benaran ngga jauh dari stasiun Pasar Seni. Dan akhirnya, kami harus kembali ke jalan yang udah kami lalui. Dan, saya coba telpon hostel pakai sim card yang udah saya beli. Alhamdulillah, nyambung dan akhirnya ada yang mau jemput.


Saya udah booking hostel saat di Indonesia. Kami menginap di Submarine Guest House. Ada di jalan Lebuh Pudu dan lokasinya dekat banget sama Central Market. Taruh ransel, dan istirahat sebentar. Setelah itu kita langsung keluar buat makan. Kami makan di sekitar jalan petaling. Makan Kwetiau sama es teh tarik cuma 6.5 MYR. Lokasinya ramai banget, karena emang di pinggir jalan. Sambil makan sambil liat KL Tower yang cantik banget walau cuma keliatan ujungnya aja.

Kenyang. Kami lanjut ke Petaling Street dan China Town. Lokasinya jadi satu, ko. Kalau naik Bus, bisa turun di shuttle bus China Town. Suasana khas China terasa banget. Mulai dari lampion, kios sampai banyaknya orang-orang China yang bertebaran. Mumpung ada kios yang jual oleh-oleh murah, mampir lah kami dan beli. Kalau di Singapura gantungan kunci dijual dengan harga 10 SGD per 24 pcs, disini gantungan kunci dijual dengan harga 20 MYR per 24 pcs, tote bag 10 MYR/pc, kaos-kaos anak dijual 5-6 MYR/pc.

Puas belanja, balik ke hostel dan istirahat. Besok butuh tenaga banyak buat kembali menjelajah.

Day 3

Tujuan hari ini banyak banget. Pokonya benar-benar memanfaatkan waktu yang ada. Pagi kami udah menuju Stasiun Pasar Seni dan akan transit di KL Sentral. Sampai di KL Sentral kami beli tiket ke Batu Caves. Iya, hari ini kami mau ke Batu Caves yang terkenal sama ikon patung budha berwarna emas yang tinggi banget itu. Naik MRT dari KL Sentral ke Batu Caves harga tiketnya 2 MYR.


Sampai statiun Batu Caves, tinggal keluar aja. Langsung disuguhi pemandangan bukit yang tinggi banget. Bukan bukit utuh sih, tapi udah di desain buat jadi obyek wisata sekaligus tempat ibadah ummat budha.

Hawa-hawanya udah Bombay banget. Ada ibu-ibu pake sari, ada yang jualan gelang-gelang dan perhiasan ala India, lukis tangan, dan ada yang jual cemilan khas India. Saya nantang teman saya buat naik ke atas dan melewati 272 anak tangga. Karena saya emang udah niat banget bisa naik ke atas, akhirnya saya sampai juga. Walau ngos-ngosan tapi pas sampai atas dan liat pemandangan sekitar Batu Caves gitu, jadi kebayar deh capeknya.

Puas di Batu Caves, lanjut ke destinasi berikutnya, Masjid Negara. Naik MRT dari Stasiun Batu Caves turun di Stasiun Kuala Lumpur. Stasiunnya udah tua banget, mirip stasiun Kota tapi bagusan stasiun Kota sih.

Keluar stasiun, kami pilih lewat terowongan bawah tanah. Lalu, foto sebentar si depan gedung KTM. Dan tinggal ikutin jalan aja, lokasi Masjid Negara persis ada di belakang gedung KTM ini. Sebenarnya ada banyak banget obyek wisata di sekitar Masjid Negara. Tapi karena waktu yang terbatas, jadi kami cuma mampir di Masjid Negara aja. Shalat, istirahat sebentar, dan foto-foto.


Keluar dari masjid Negara, tujuan selanjutnya Twin Tower Petronas. Yes.. ikon utama Malaysia ini ngga boleh dilewatin. Rasanya kurang aja kalo ke Malaysia tanpa mengunjungi Twin Tower. Kami naik MRT dari Pasar Seni tapi melewati jembatan yang terhubung antara stasiun Kuala Lumpur dan Pasar Seni. Dari Pasar Seni kami turun di stasiun KLCC. Harga tiketnya 1.6 MYR.


Karena stasiun KLCC ini ada di basement sebuah mall, kami harus berjalan keluar mall dulu. Keluar mall, langsung deh keliatan Twin Tower. Twin Tower itu kan lokasinya memang nempel sama Suria KLCC. Sebuah Shopping Centre yang bergengsi di Malaysia.

View untuk melihat Twin Tower yang paling bagus itu dari taman dan malam hari. Ada pertunjukan air mancur loh di taman ini. Jadi, air mancurnya joget-joget mengikuti alunan musik melayu. Keren. Puas foto-foto Twin Tower, kami pun pulang. Udah capek banget muter-muter.



Kembali ke hostel kami naik bus GO KL, free. Yes.. bus berwarna putih ungu ini disediakan oleh pemerintah Malaysia dan free. Tapi, untuk sampai di hostel kami harus dua kali naik bus. Dari KLCC turun di Bukit Bintang, setelah itu naik bus lagi ke arah Pasar Seni.

(source : gokl.com.my)

Sebelum kembali ke hostel, makan malam di sekitar jalan Petaling. Makan nasi goreng plus ice coffee cuma 7.3 MYR, lumayan murah lah. Kenyang dan kami kembali ke hostel.

Day 4

Ini hari terakhir kami di Kuala Lumpur. Sisa waktu yang ada, kami gunakan buat jalan-jalan lagi. Tujuan pertama kami ke Dataran Merdeka yang ngehits itu loh. Sebuah wilayah yang beneran cakep banget. Ada yang bilang, kalau dataran merdeka adalah tempat yang sangat Photoable (ini istilah saya aja, sih). Iya, karena sekalipun kita ngga jago foto, kalau foto di daerah ini, pasti hasilnya bakal memukau. Ngga percaya? datang langsung aja dan foto-foto dah disana. Lihat hasilnya.


Salah satu spot yang paling terkenal di dataran merdeka itu ikon 'I LOVE KL' berwarna merah menyala yang dari jauh aja udah kelihatan. Posisinya ada di depan Kuala Lumpur City Galery. Kami cuma foto-foto aja, puas-puasin.


Setelah itu kami menuju sebuah resto India buat makan siang. Makan nasi telur kari campur acar, minumnya ice lemon tea, harganya cuma 6.35 MYR, menu lengkap harga hemat. Yang penting kenyang. Selesai makan, kami lanjut ke Masjid Jamek. Lokasinya ngga terlalu jauh. Ada petunjuk jalannya juga ko, jadi ngga usah takut nyasar. Kalau masih  kurang yakin, bisa tanya warga di sekitar situ.

Saat kami tiba di Masjid Jamek, kondisi area masjid lagi di renovasi. Jadi, kurang indah karena tamanya ditutup. Sambil nunggu adzan dzuhur, kami istirahat. Lumayan juga bawa ransel dari Dataran Merdeka sampai Masjid Jamek, pegel.

Setelah shalat, kami langsung beranjak ke Stasiun MRT Masjid Jamek. Tinggal nyebrang aja ko dari Masjid Jamek. Dari Stasiun Masjid Jamek kami turun di Stasiun KL Sentral. Karena kami harus segera ke Bandara.

Sampai di Stasiun KL Sentral, kami menuju shuttle bus di basement. Kami memilih naik bus ke Bandara daripada naik MRT atau KLIA Ekspress. Alasann cuma satu, murahhh. Harga tiket bus ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 1 cuma 10 MYR. Sedangkan kalau naik KLIA Ekspress bisa sampai 30 sekian MYR. Busnya juga dapat yang eksekutif, nyaman dan dingin. Dari KL Sentral ke KLIA cuma 1 jam.



Sampai di KLIA saya takjub karena bandara ini luas, rapi dan bersih. Jarak dari turun bus ke tempat kami untuk check in, beneran jauuuhh banget. Jadi, saya sarankan untuk sampai di Bandara itu maksimal 3 jam sebelum keberangkatan. Itu udah maksimal banget loh. Biar ngga terburu-buru juga. Karena, zona keberangkatan itu ada di lantai 5 dan harus jalan lagi, lumayan jauuh.

Traveling saya dan teman saya kali ini memang lama. Total 6 hari 5 malam. Karena kami menjelajah 2 negara sekaligus, Singapura dan Malaysia. Saya bersyukur banget karena bisa mengunjungi belahan bumi Allah yang lain. Semuanya berawal dari MIMPI. Mimpi yang diusahakan untuk terwujud. Jadi, kalau punya mimpi, ya.. harus diusahakan.

Selamat Mewujudkan Mimpi


:: Gaya Ransel ::


19 komentar:

  1. Asyikk backpakeran...
    Jadi mupeng juga mbak ^^
    Hehe... oleh2nya mn nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... berkat mimpi mbak nu ^__^ ayoo kapan kita ketemuan, masih ada nih.

      Hapus
  2. Wow, seru banget backpackerannya, Mba... Pengen balik lg deh ke tempat2 yg Mbak tuliskan ini. Paling pengen tuh ke china town - petalling street. Bikin kalap kalo ga ingat isi dompet. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh.. bener. Kalo ke China Town sama Petaling itu bikin kalap buat belanja. Padahal judulnya backpacker a.k.a traveling hemat, eh... malah belanja-belanja. Gagal deh jadi backpacker, xixixi.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Kalau di total semuanya 3 jutaan, termasuk tiket pesawat PP, Hostel di Singapura & Malaysia, Transport, Makan sama oleh-oleh.

      Hapus
  4. Setuju banget, semuanya berawal dari mimpi. Makanya gak usah takut bermimpi seindah mungkin. Salam, dari keluarga pelancong. ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... makanya saya ngga pernah takut buat bermimpi. Mumpung masih gratis ^__^

      Hapus
  5. Jadi pingin napak tilas lagiii

    BalasHapus
  6. Wih, liburan yang menyenangkan ;)

    BalasHapus
  7. seruuu bingiitt... makasiih info nya mak
    november baru mau kesana hihihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. winda mau ke KL juga ya. Semoga lancar ya, happy traveling ^___^

      Hapus
  8. Waah asyiknyaa...Nginep di tempat Mbak Sri Widiastuti ya mbak? Aku juga rencana backpackeran ke sana lagi mbak. Kali ini bersembilan sama keluarga besar. dapat promo tiket airasia kemarin ituu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak nunung... saya semalem nginep di rumah teh sri. Kemarin itu juga aku liat promonya, eh.. pas besokannya pengen beli udah ngga adaaaa..... *nyeselll* padahal murah banget ituhhh

      Hapus
  9. salute mba jadi pengen ngikuti jejak mba mks bnyk info sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuk mba, traveling itu bukan cuma seneng-seneng aja ko. Traveling akan banyak mengajarkan kita banyak hal.

      Hapus
  10. Salut mbak, semoga bisa ngikuti jejak mbak. Kemaren nggak mampir ke ikon love2 nya. Sayang banget, cuma dilewatin. Karena nggak ngerti jalannya. Terimakasih mbak infonya. Semoga mimpiku jalan jalan ke Asia tenggara bisa terwujud juga.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...