Sabtu, 25 November 2017

Kenapa Hongkong?


'singgahi Hongkong dan kamu akan bersyukur'

Itu jelas bukan quotenya Tere Liye yaa. Itu quote yang saya tulis setelah melakukan perjalanan 6 hari 5 malam di Hongkong. Ada banyak banget cerita yang mau saya bagikan. Sayang kalau saya cuma menyimpannya sendiri di memori kepala. Saya bakal tulis menjadi beberapa postingan. Entahlah berapa jumlah pastinya, tergantung moodnya juga.


Ke-nekat-an saya datang ke Hongkong bukan tanpa alasan. Karena memang ada janji memberikan pelatihan blogging. Awalnya sih emang buat refreshing aja. Masa kerja mulu sih, sesekali liburan harus dong. Biar ngga panasan mulu. Apalagi kerjaan blogger itu ya ngga jauh-jauh dari media sosial yang sering banget panas. Tahu sendiri lah, media sosial itu hawanya ngga menentu. Kadang panas bangetttt, kadang adem, tapi ngga lama panas lagi. Ada aja lah yang diributin, dikomen-in, dan dibully. Makanya, mending traveling yang jauh sekalian. Biar seger.

Kenapa Hongkong? Sebenernya pengennya mah ke Jepang, sayang uangnya masih belum cukup. Uang hasil ngeblog cuma mampu beli tiket PP Jakarta - Macau aja. Tapi akhirnya saya bersyukur luar biasa bisa singgah di Hongkong plus Macau walau buat transit aja. Hongkong, negara bagian China yang luasnya cuma 1,104 km2. Tapi tingkat kepadatan penduduknya luar biasa.

Mengunjungi Hongkong itu rasanya ngga cukup jika hanya 4 hari. Banyak destinasi wisata yang rencananya mau saya  datangi, malah ngga kesampaian. Jangankan destinasi wisata tersembunyi, yang famous dan sering diulas oleh traveler yang pernah ke Hongkong aja ngga semuanya bisa dikunjungi.

Saya mencari referensi destinasi wisata apa yang wajib dikunjungi pas di Hongkong. Cari lewat mesin pencarian, sampai baca e-book tentang Hongkong dari mba Tesya. Saya memang memutuskan untuk ngga bikin itinerary, tapi tetap sih punya catatan tentang spot-spot yang ada di Hongkong. Saya lebih memilih untuk benar-benar menikmati Hongkong dengan cara saya.

Akhirnya, saya lebih banyak menyusuri jalan-jalan di Hongkong. Turun naik bus, trem, dan MTR. Melihat gedung-gedung yang jaraknya saling berdekatan. Seolah mereka berdempet satu dan yang lainnya.

Jalanan Hongkong ngga terlalu besar seperti jalan-jalan di Jakarta. Keterbatasan lahan yang dimiliki Hongkong, membuat Hongkong harus cerdas mengatur tata kotanya. Walau negaranya kecil tapi negara ini sangat tertata rapih dan bersih. Itu yang membuat Hongkong nyaman untuk ditelusuri. Apalagi pas saya ke sana, lagi masuk musim dingin. Banyak jalan pun ngga akan bikin berkeringat. Saya sampai pakai baju berlapis-lapis, plus jaket tapi dinginnya masih berasa banget ke kulit. Brrrrrrr...  Maklum yaa, orang tropis yang  biasa panas, eh datang ke negara dingin. Ini baru dingin aja, karena Hongkong ngga punya salju. Gimana datang ke negara bersalju, makin norak aja kayanya.

Bertemu Warga Negara Indonesia

Tujuan utama saya datang ke Hongkong adalah ketemu dengan sesama warga Indonesia. Ngga seperti traveler atau orang Indonesia yang datang ke Hongkong untuk berlibur, saya punya agenda yang menurut saya antimainstream. Ketemu dengan para pekerja Indonesia yang mencari rezeki di Negeri Beton. Saya sampai berdoa semoga ada yang bisa ajak ngobrol seharian. Berbincang sambil menyusuri jalanan Hongkong yang sibuk. Alhamdulillah, doa saya dikabulkan. Ada pekerja Indonesia yang kebetulan sedang menunggu visa kerjanya selesai, mau bertemu dan menemani saya seharian. Nanti akan saya ceritakan di postingan lain deh yaa.

Perempuan-perempuan Indonesia yang bekerja di Hongkong itu jumlahnya ribuan. Hampir semua bekerja di apartemen-apartmen warga Hongkong, sebagai asisten rumah tangga. Waktu liburnya kebanyakan hari ahad (minggu). Jadi bisa diatur tuh waktunya kalau mau ketemu dan ngobrol sama pekerja Indonesia. Hari minggu mereka akan memenuhi jalan-jalan di Hongkong. Mau yang lebih banyak lagi? datangi aja tempat ngumpulnya. Victoria Park atau Kowloon Park, dua tempat itu yang sempat saya singgahi untuk menyapa teman-teman pekerja.

Ada hal berharga yang bisa kita dapatkan, saat saya ngobrol dan jalan bareng dengan pekerja di sana. Ada pengalaman hidup yang dramatis, perjuangan bertahan di negeri orang, mempertahankan harga diri yang hampir terinjak-injak, hingga bertahan untuk tidak melakukan percobaan bunuh diri. Kejadian-kejadian yang ngga mengenakkan, perlakuan majikan yang kurang manusiawi, harus mereka terima demi bertahan hidup di negeri yang jaraknya ribuan kilometer dari Indonesia.

Kalau kamu berencana traveling ke Hongkong, masukkan dalam itinerary buat ngobrol banyak dengan para tenaga kerja wanita Indonesia di sana. Mereka baik-baik banget kok. Mereka senang sekali jika ada orang Indonesia yang menyapa. Kalau kitanya sopan dan ngga belagu, mereka akan dengan senang hati mau diajak ngobrol. Kalau beruntung, kita bakal diguide ke tempat-tempat seru di Hongkong plus diajak makan sampe begah.

Ada pelajaran syukur yang saya dapat di Hongkong. Para perempuan Indonesia yang bekerja di negeri beton itu mungkin ngga pernah bermimpi jadi seorang TKW. Takdir yang membuat mereka pada akhirnya harus pergi meninggalkan tanah kelahiranya. Harus rela juga meninggalkan anak, suami, ibu, dan keluarga. Demi penghidupan yang layak, demi tercukupi, demi masa depan yang mereka harap bisa lebih baik.

Kita yang hidupnya berkecukupan, jangan pernah lupa bersyukur yaa. Masih bisa kerja di negeri sendiri dan pulang kerja masih bisa ketemu keluarga. Walau mungkin pendapatan kita ngga banyak, harus tetap disyukuri.

Kenapa Hongkong?

Ada banyak alasan kenapa Hongkong wajib masuk dalam list 'the country must be visited'. View negaranya yang antimainstream karena lebih banyak didominasi gedung-gedung tinggi, tata kotanya yang walau punya lahan sempit tapi tetap rapih, dan karakter masyarakatnya yang cenderung personal adalah hal-hal yang bisa  kitatemukan di Hongkong. Soal kuliner memang agak susah buat traveler muslim. Karena sulitnya nemu makanan halal di Hongkong, kita jadi punya tantangan buat bertahan dengan makanan yang terbatas.

Jika kamu belum pernah ke Hongkong, masukkan Hongkong jadi destinasi traveling kamu ya. Saya berani jamin kalau pasti akan suka dengan negara yang dijuluki 'Neon City' ini. Next post, saya akan tulis soal kemana saja saya selama di Hongkong. Tulisan ini like a teaser aja yes.


Happy Traveling :) 





14 komentar:

  1. Wah seru banget ya mbaa, aku pingin k LN tapi masih ngumpulin uang, semoga ada rejeki deh, amiin!

    BalasHapus
  2. Nunggu lanjutannya, kalau kata koko yang dr mainland china...HK termasuk ramah buat muslim dan lebih open minded. Walau yaitu selfish nya kentel banget. Semoga one day gie bs ke HK juga *Aamiin

    BalasHapus
  3. Wah makin menjelajah mba Uchi, selamat. Hongkong seakan-akan kota besar belaka ya, tapi di dalamnya ternyata banyak sesuatu yang menarik. Jadi pengin ke sana, amiin. Salam mba Uchi.

    BalasHapus
  4. Pengiiin, someday ke HK dan kota besar lainnya.. Amiiin

    BalasHapus
  5. Asyik yah ketemu sama warga negara sendiri, apalagi bersedia nganter jalan-jalan seharian. Nikmat Tuhan mana yang kamu dua taman? 🤗 Akhirnya terkabul yah mbak do'anya. Jadi penasaran baca postingan kelanjutannya. 🤓

    BalasHapus
  6. Hongkong, ah jadi inget film2 jackie chen ya sebagian besar bercerita trg hongkong. Beruntung mba bisa berkunjung kesana, bisa melihat keseharian masyarakat yg berbeda dsri budaya indonesia. Ok hongkong aku masukkn di wishlist travelling aku deh.

    BalasHapus
  7. wah hit banget ya 2 tempat itu untuk teman-teman kita yang TKI kumpul. Senang kita juga mereka jauh dari keluarga tetapi dekat dengan teman sebangsa. Mau juga kapan singgah and ngobrol dengan mereka

    BalasHapus
  8. Wah kalau ada foto n kutipan soal obrolannnya dgn tkw bakal lebih seru nih artikelnya. Ditunggu ya hehe

    BalasHapus
  9. hongkong memang penuh pesona yang memikat
    salah satunya ya film2nya hehehe.... masih terbatas menikmati lewat drakornya dulu

    BalasHapus
  10. mau banget lah plesir dan explore HongKong. Kapan hari itu aku cuma mampir ke airportnya, transit doang
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  11. Aku pikir ke Hongkong itu lebih mahal daripada ke Jepang, lho.

    BalasHapus
  12. Hongkong memang bukan negara yang luas, tapi pemerintahnya keren ya bisa menata dengan rapi dan bersih. Jadi penasaran pengen berkunjung ke Hongkong juga. Semoga ada rezeki bisa pergi ke Hongkong dan negara2 lainnya. Aamin

    Ditunggu kisah lanjutan dan foto2nya ya Mbaa.. ��

    BalasHapus
  13. Wah asik ya klo bs di guide sama pekerja indonesia disana. Nginrolnyapun jd lebih enak. Waahh 6 hari ya? Pasti seru tuh. Kmrn ak cuma punya waktu 2hr.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...