Minggu, 01 September 2019

[Hostel Review] Monomer Rachathewi Bangkok



Bersyukur banget masih dikasih kesempatan buat mejelajah sebagian buminya Allah. Alhamdulillah lagi, suami super baik banget ngizinin istrinya terbang ke negara lain. Perjalanan saya ke Thailand sebenarnya ngga sendiri sih. Saya pergi sama travelmate yang sama saat ke Macao - Hongkong. 

Tentang perjalanan saya selama di Thailand, nanti dibuat postingan sendiri aja yes. Di postingan ini, saya mau review hostel tempat dimana saya bobo selama di Thailand. Kalau ditanya darimana dapat rekomendasi hostel ini? off course, OTA (online travel agent) lah jawabannya.



Sebelum memutuskan menginap di Monomer, sempat galau karena sampai beberapa minggu hingga hari keberangkatan, masih belum juga dapat hostel. Perasaan udah ngga tenang aja deh kalau belum dapat hostel. Pas lihat lokasi Monomer ini cukup strategis, akhirnya ya udah booking deh. 


Lokasi 


Salah satu pertimbangan ketika memilih tempat penginapan adalah lokasi. Jadi, letaknya itu kudu wajib strategis. Strategis di sini maksudnya mudah aksesnya. Dekat sama stasiun kereta, bus, atau angkutan umum lain. Monomer Rachathewi ini lokasinya deket banget sama stasiun BTS Rachathewi.



Karena saya dan teman saya ngga satu penginapan, akhirnya kami misah. Saya sendiri ke stasiun Rachathewi, geret koper yang mayan berat juga. Turun dari BTS, jalan ke pintu keluar dengan kondisi stasiun mulai sepi. Based on review yang pernah nginep di Monomer juga, harus keluar di exi E. Untungnya lift masih beroperasi, jadi mayan bisa naik lift. Mana kondisi lagi hamil muda, malem-malem geret koper, sendirian pula. Epik banget lah. 

Keluar exit E, tinggal jalan ke kiri. Langsung keliatan tulisan Monomer. But wait, itu bukan hostel yang jadi tujuan. Karena hostel yang sebenarnya ada di sebelah kanannya. Mungkin sekitar 50 meter dari situ. Sampai di hostel, saya langsung check-in dengan menunjukan e-voucher dari JD ID. Prosesnya cepet banget dan sempat dibantuin bawa koper juga pas saya bilang lagi hamil.

Lokasi hostel Monomer ini menurut saya strategis banget. Berada di daerah Rachathewi yang dekat ke pusat kota. Mau ke Platinum Mall, Kedubes, Big-C, Siam Paragon, dan mall-mall besar lain jaraknya dekat banget.

Keluar hostel lalu jalan ke kanan, nyebrang, dan kita bisa langsung temui deretan rumah makan halal. Saya sempat makan di Farida yang cukup terkenal di kalangan backpacker. Penjualnya campuran thailand dan melayu, bisa diajak ngomong melayu juga. Menunya banyak dengan harga yang cukup terjangkau.

Ngga jauh dari Farida, ada Masjid Darul Aman. Alhamdulillah sempat ngerasain shalat di sana. Berada di negara non muslim, terus bisa ketemu sama masjid kayanya bahagia banget.

Kamar 


Saya cuma sendiri, saya pilih yang female dormitory aja. Dan ini kali pertama saya ngerasain tidur di kamar dormitory. Biasanya selalu pilih yang sendiri. Demi apa kalau bukan demi irit, jadi ya ngga papa lah sekali-kali ngerasain tidur rame-rame.



Dapat kamar di lantai 3, mayan juga naik turun tangganya buat ibu hamil. Bednya itu bunk bed dan dapat yang di bawah. Bednya bersih dan ada tirainya yang tertutup rapat. Jadi pas tidur saya bisa buka jilbab deh.




Posisi loker ada di luar kamar. Lokernya sendiri cukup besar dan muat buat koper ukuran kabin. Dapat gembok yang dikasih barengan saat check-in. Kuncinya simpan baik-baik di tempat yang aman. Kalau saya sih selalu dimasukin ke dalam tas biar ngga lupa.

Menurut saya, dormitory di Monomer ini cukup nyaman. Penyejuk udaranya juga berfungsi dengan baik dan super dingin.  Satu ruang dormitory ada 6 bunkbed which is artinya bisa buat 12 orang. Setiap hari kamar dibersihkan sama cleaning service. Setiap kali dibersihkan, ruangannya jadi wangi.

Fasilitas 


Untuk kamar mandi, adanya persis di depan kamar. Walau hostel kecil, tapi soal kebersihan, juara bangett. Ada 2 kamar mandi lengkap dengan kloset buat buang air. Ada juga kamar mandi yang tanpa kloset. Setiap hari kamar mandi juga disikat dan dibersihkan. Toiletreesnya lengkap kaya sabun, shampo, dan tisu.




O iya, Monomer menyediakan handuk juga buat dipakai selama menginap. Selimut pun ada dan kita bisa minta ganti sama petugasnya. Kalau mau setrika baju, bisa pakai setrika yang ada di ruang TV.

Selama menginap, saya cuci baju sendiri. Ngga semua baju sih, cuma pakaian dalam dan baju yang sekiranya bisa dipakai tanpa digosok :p Buat jemur, bisa jemur di balkon kamar. Cuci pagi, siang pun sudah kering. Atau cuci malam, pagi bisa kering.



Nah yang penting nih, breakfast. Sayangnya di Monomer ini sarapannya ngga variatif. Selama menginap saya melihat menu sarapannya ngga pernah diganti : ) Jadi menu sarapannya tuh sandwich isi tuna, semangka, sama jus jeruk. Sandwichnya sih bisa minta ganti isiannya kalau ngga suka tuna. Cuma yaa buat yang biasa sarapan nasi uduk, lontong sayur, atau gorengan, makan sandwich terus ya bosen juga ndroo.



Di hari ketiga, akhirnya beli sarapan sendiri di Seven Eleven deket hostel. Saya beli spagheti kemasan yang masaknya cuma dimasukin ke microwave aja. Kalau kopi, teh, dan air minum bisa bebas kita ambil semaunya. Ada snack yang juga bisa diambil sepuasnya. Microwave juga bisa kita pakai kalau mau angetin makanan. Satu yang biasanya berlaku di semua tempat penginapan, harus nyuci sendiri peralatan makan yang sudah dipakai. Kalau ngga mau diomelin, jangan sesekali geletakin piring gelas yang habis dipakai begitu saja.




Rate 

Saya booking hostel Monomer lewat JD ID. Kebetulan punya voucher dari hasil menang lomba blog, lumayan banget bisa kepakai. Rate hostel Monomer permalamnya sekitar 160ribu buat yang dormitory. Kalau yang private room (shared bathroom) ratenya sekitar 500ribu/malam. Sedangkan private room yang kamar mandinya di dalam, ratenya 700ribuan/malam.

Sebenarnya banyak banget hostel di Bangkok yang murah-murah. Tinggal disesuaikan saja sih sama budget. Kalau saya, milih Monomer karena lokasinya deket banget sama stasiun BTS. Biar kalau kemana-mana gampang. Sekitar hostel juga banyak yang jual makanan. Cuma ya mesti hati-hati juga buat yang muslim. Karena banyak makanan yang ngga halal.

Rating 


So far, menginap di Monomer ini cukup nyaman dan yang penting lokasinya strategis. Rating yang saya berikan buat Monomer ini 8/10.

Semoga jadi rekomendasi buat kamu yang mau traveling ke Bangkok ya. Kalau ada yang terjangkau dengan fasilitas yang cukup, kenapa cari yang mahal ya kan. Buat traveler yang budgetnya terbatas, Monomer ini bisa jadi pilihan penginapan di Bangkok.



1 komentar:

  1. Saya ibu EVA FIORENTINA APRILA dari palembang mengucap syukur kepada allah,karna melalui bantuan dari aki abdul jamal yg sebesar 20m kini saya sudah bisa menjalankan usaha saya lagi. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Aki Abdul Jamal dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Aki Abdul Jamal bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no Wa 085-254-384-488 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar
    Semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Aki dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Aki untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Aki disini PESUGIHAN UANG GAIB NYATA

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...