Minggu, 30 Oktober 2016

#TazFamilyTrip : Family Backpacking Ke Singapura (Part 1)



Masih ada yang nungguin kelanjutan cerita #TazFamilyTrip kah? Pasti banyak dong :p iyalah pede aja. Anggap aja ada ribuan yang nungguin kisah perjalanan kami. Perjalanan 2 negara yang kami lakukan pada September lalu. Ya, walau baru sampai ke Singapura dan negara sebelahnya, tapi ini Insya Allah jadi awal perjalanan-perjalanan kami ke negara-negara yang lain. Aamiin.



baca juga 

Setelah hampir ketinggalan pesawat, akhirnya kami berhasil terbang juga ke Singapura. Setelah landing dengan sangat mulus, kami keluar dan langsung menuju... toilet, hahahah. Anak-anak pada kebelet, termasuk orangtuanya juga sih. Setelah itu, kami mengisi semua botol minum yang kosong dengan air di kran, depan toilet. Airnya dingin kaya air kulkas, seger banget. Puas-puasin minum dulu. Karena air mineral di Singapura itu mahal. Jadi, tips supaya hemat adalah jangan pernah lupa bawa botol minum. Airnya bisa kita dapatkan di banyak lokasi ko. Yang penting mah ada botolnya. 

Ada yang berubah nih saat kami mendarat di Changi. Biasanya, setelah turun dari pesawat ada check point sebelum benar-benar masuk ke Changi. Tapi, saat kami datang ngga ada sama sekali check point. Jadi semua yang datangnya barengan sama saya, ngga ada yang dicheck. Ngga ngerti juga kenapa ngga ada petugas saat itu.


Setelah puas minum, kami langsung berjalan ke area imigrasi. Anak-anak masih belum ngeh nih kalau udah ada di Singapura. Mereka masih planga plongo gitu. Karena kita akan naik MRT dari Terminal 2, jadi kita harus naik skytrain dulu dari Terminal 1. 

Sebenarnya, kita bisa langsung menuju skytrain tanpa harus turun ke imigrasi dulu. Tapi, karena saya mau aja anak-anak lihat butiran hujan buatan yang bisa naik turun itu, sengaja saya ajak turun melewati imigrasi di Terminal 1. Saat di pesawat kita dibagikan kartu untuk masuk Singapura, jadi jangan lupa diisi pas di pesawat biar ngga repot. Diisi dengan jelas, kalau ngga mau ditanya-tanya saat di imigrasi. Termasuk dimana nanti kita akan stay.

Proses imigrasi lancar, tanpa ada hambatan apa-apa. Cuma saat itu saya lupa nulis hotel tempat kami nginep, jadi petugas itu minta saya menuliskan lengkap dengan alamatnya. Alhamdulillah, dapat petugasnya ramah. Malah anak-anak saya dikasih permen, udah gitu mereka minta nambah pula, duhh -_____-


Lepas dari proses imigrasi, kami berjalan keluar. Ikutin aja petunjuknya, karena memang jelas banget ko. Sambil jalan, saya sambil kasih brief ke anak-anak, kalau nanti kita akan banyak jalan. Jadi, jangan ada yang rewel. Dan mereka mencoba ngerti. Sampai di pintu keluar, kami naik lift lagi ke atas untuk lihat pemandangan Changi yang lebih cantik. Dan, kami lihat butiran hujan yang naik turun ikutin musik. Cantikk banget.

Butiran Hujan Yang Naik Turun Mengikuti Irama Lagu, Cantiik Banget :) 
Kami jalan perlahan, menikmati tiap sudut Changi yang artistik. Ada miniatur lanskap destinasi wisata di Singapura. Saya lebih banyak menangkap momen lewat smartphone, kapan lagi bisa lihat wajah ceria mereka karena bisa sampai ke Singapura. Tiap ada spot yang lucu, foto is a must. Puas-puasin ambil gambar di Changi karena kami ngga pulang dari Changi.

Naik Skytrain Menuju Terminal 2 
Kami melanjutkan langkah kami untuk naik skytrain untuk sampai ke Terminal 2. Skytrain ini fasilitas dari Changi, jadi free of charge ya. Sampai di Terminal 2, kami langsung stasiun MRT yang ada di basement. Ngga perlu takut nyasar ya, karena petunjuk jalannya jelas ko. Sampai di staisun MRT, saya beli Singapore Toursim Pass (STP) buat saya, suami, dan anak pertama (abang). Untuk anak kedua (kaka) karena usianya masih 6 tahun, dapat Ezlink khusus anak, free. Tinggal bilang aja ke petugas disana. Hanya diminta untuk tunjukin paspor aja ko. 

Untuk STP, saya beli yang buat 2 hari aja, harganya SGD 26 dan udah termasuk deposit SGD 10. Nantinya deposit itu bisa kita ambil saat STP dikembalikan. O iya, Una masih free karena usianya baru 3 tahun, jadi ngga perlu pakai kartu. Setelah beli kartu, kami semua langsung bergegas naik MRT, supaya bisa cepet sampai hotel. Pegel euy. 

Hotel kami ada di daerah Geylang jadi untuk bisa sampai sana harus pindah jalur MRT. Dari stasiun MRT Changi turun di stasiun Tanah Merah. Lalu pindah jalur kemudian naik MRT menuju staisun Al Junied. Sebelum sampai di staisun Al Junied, kami sempat balik lagi loh ke stasiun Changi, lol. Karena kami pikir, MRT yang kami naiki dari Changi langsung menuju staisun Al Junied ternyata oh ternyata kami harus pindah jalur dulu wkkwkwk.

Sampai di stasiun Al Junied, kami mulai bingung nih. Karena udah sore dan anak-anak udah keliatan cape, saya mencari orang yang kira-kira bisa ditanya. Biasanya nih saya cari orang yang punya wajah Indonesia atau Melayu. Setidaknya kalaupun orang yang saya temui itu bukan orang Indonesia, paling ya orang Malaysia. Bahasanya masih bisa dimengerti.

Ketemulah dengan seorang ibu yang orang Indonesia, dia membantu saya mencari letak hotel. Alhamdulillah ketemu setelah saya memastikan letak hotel pada seorang uncle yang sedang duduk santai di pinggir jalan :p selama di Singapura, kami menginap di Fragrance Ruby.

Ahh.. senangnya sampai juga di hotel. Proses check in pun gampang banget. Nanti akan saya ceritakan di postingan tersendiri soal hotel tempat kami menginap ya. Anak-anak langsung lempar ransel dan rebutan buat rebahan. Kasian juga sih pasti capek banget bawa-bawa ransel, jadi saya dan suami membiarkan mereka dulu buat istirahat sebelum keluar lagi buat makan malam.


Anak-anak gembira banget sampai juga di negara yang biasanya cuma bisa mereka lihat di majalah, internet dan foto-foto bundanya pas ke Singapura tahun lalu. Misi saya ngajak anak-anak dan suami pun terpenuhi, Alhamdulillah. Semuanya diberikan Allah lewat jalan ngeblog. Jadi, Nikmat Tuhan Saya Yang Manakah Yang Saya Dustakan 


--- to be continue --- 

8 komentar:

  1. ya Allah seru banget. semenjak nikah dan sekarang hamil suka kepikiran, kelak bisa ngebolang lagi gak ya kalau udah ada buntutnya. hehe..
    tapi baca perjalanan kalian jadi semangat kumpulin amunisi buat jalannnnnn :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah punya anak, travelingnya harus banget ngajak anak karena pasti seru. Siap-siapp yaaa :)

      Hapus
  2. Jadi pengen lihat Changi, menurut skytrax bandara ini jadi yang terbaik di dunia selama 4 tahun berturut-turut.

    Sedangkan Soekarna-Hatta paling kecil pernah di peringkat 57. Tahun ini malah ke 60 gara-gara ada pembangunan terminal 3.

    Semoga target posisi 50 untuk bandara terbaik bisa tercapai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yapp... betul. Changi jadi bandara terabik versi skytrax bbrpa tahun ini. Bandaranya emang keren banget. Rasanya waktu sehari itu ngga cukup buat menjelajah Changi saking luasnnya. Yuuk lahh kita ke Singapore bareng :)

      Hapus
  3. Senangnya bisa sekeluarga Travelling. Keliatan Kalo mereka capek tapi senang ya mbak. Skytrain beneran free of charge mbak?ada ketentuan gitu harus naik pesawat apa gitu di Changi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, skytrain itu gratis. Banyak banget maskapai yang sampai Changi. Kalau dari Indonesia ada Air Aisa, Garuda, Jetstar, Tiger, dan masih banyak lagi.

      Hapus
  4. wuaahhh lanjutin ceritanya mba, ampe malaysia juga y mba, penasaran bgt pengen tau gmn critanya dan so pasti jdi pengen nya mba...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siappp.... Terima kasih sudah mampir yaa :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...