Skip to main content

Flash Traveling Hemat Ke Yogyakarta

Indonesia, Negara kita tercinta ini punya ribuan destinasi wisata yang cantik-cantik. Bukan cuma alamnya aja yang keindahannya sudah terkenal ke seluruh dunia, tapi budayanya pun ngga kalah terkenalnya. Dan, salah satu kota yang kental banget sama budaya adalah Yogyakarta. 

Yogyakarta

Kunjungan saya ke Jogja kali ini bukan yang pertama, tapi yang ketiga. Kunjungan yang pertama dan kedua itu karena memang ada kerjaan jadi sama sekali ngga ada waktu buat nikmatin suasana Jogja. Jangankan buat nongkrong santai di angkringan, ke Malioboro buat nyari oleh-oleh aja ditungguin dan dipesenin "jangan lama-lama yaa.. "
Pada traveling ke Jogja yang ketiga ini, agak beda. Karena, perjalanan saya kali ini ditemani suami dan anak. Kebetulan ada adik sepupu yang nikah di Jogja, jadilah sekalian liburan juga. Tapi, ada kendala juga kenapa liburan kali ini ke Jogja pun sangat singkat. Flash Traveling. 

Perjalanan kami dimulai pada malam hari. Jadi, suami pulang kerja itu sekitar pukul 6 sore. Sampai rumah, suami masih nanya apa kita jadi ke Jogja atau batal. Dia tanya karena memang kondisi kesehatan saya agak terganggu dan mungkin di khawatir juga kalau dipaksain jalan. Memang, sih saat itu badan saya lemas sekali dan kepala sakit. Tapi, karena merasa ngga enak juga sama kakak di Jogja, jadilah kami tetap jalan. 

Kami jalan sekitar pukul 9 malam. Karena saya perlu istirahat, jadi setelah minum obat saya memilih untuk tidur di kursi belakang. Sedangkan suami ditemani anak kedua saya. Mereka berdua ngobrol sepanjang jalan supaya suami ngga ngantuk juga. Kami istirahat sekitar pukul 3 dini hari, itu karena mata suami sudah ngga kuat lagi nahan ngantuk. Akhirnya kami menepi di sebuah pom bensin yang cukup besar di Bumiayu. Suami dan anak-anak istirahat, gantian saya yang jaga mereka. 

Kami melanjutkan perjalanan setelah shalat subuh dan sampai di Jogja pukul 9 pagi. Langsung ke hotel yang sudah disiapkan kaka dan bersih-bersih (baca : mandi). Karena kami sudah ditinggal rombongan pengantin, jadilah kami istirahat aja di kamar. Penginapan yang disewa kakak saya adalah Hotel Wisma Nendra. Lokasinya bisa dibilang sangat strategis sekali di Jogja. Berada tidak jauh dari Malioboro dan stasiun Jogja. Untuk mencapai penginapan ini, dari stasiun Jogja hanya butuh naik becak saja. 

Keraton, Alun-Alun, dan Malioboro 


Sudah sampai di Jogja, sayang kan kalau hanya diam di kamar aja. Walau badan masih lemas sekali, saya tetap ikut kemana keluarga pergi. Karena belum pernah ke Keraton Jogja, kami pun mampir dan main-main di Keraton Jogja. Cukup bayar (kalau ngga salah) 3500 rupiah (mungkin sekarang sudah naik) aja,  kita sudah bisa masuk ke Keraton yang banyak banget menyimpan sejarah. Ada patung-patung yang menggambarkan perjuangan rakyat Jogja ketika jaman perang dulu. Masuk agak ke dalam,  ada foto-foto dan benda-benda antik yang masih tersimpan rapih. Bagi pencinta sejarah dan budaya,  pasti menyenangkan banget bisa berkunjung ke Keraton Jogja ini.

Yogyakarta

Puas wisata sejarah di Keraton,  ngadem di bawah pohon di pinggir lapangan yang ada persis di depan Keraton. Alun-alun Jogja ini ngga kalah terkenalnya. Yang membuat alun-alun ini terkenal karena kehadiran 2 pohon beringin yang berdiri bersebelahan. Konon nih ya, siapa yang bisa jalan lurus dari ujung hingga ke pohon beringin itu dengan mata ditutup, katanya segala keinginannya bisa terkabul. Ada juga yang bilang kalau jalannnya berdua pacar nantinya bisa jodoh.

Sambil neduh karena cuaca jogja yang panas banget,  kami buka bekel dan makan di bawah pohon. Nikmat banget dan hemat pula.  Setelah kenyang, saatnya berburu oleh-oleh di Malioboro. Letak Keraton, Alun-alun, dan Malioboro ini berdekatan loh jadi cukup jalan kaki aja. Hitung-hitung bakar lemak juga kan ya. Karena kondisi saya saat itu masih lemas banget,  saya ngga ikutan belanja. Dengan ditemani suami, saya duduk di trotoar. Melihat lalu lalang becak yang ngga bosan mencari penumpang. Menawarkan keindahan Jogja lewat kayuhan sepeda roda tiga ini.

Trotoar Malioboro jadi tempat yang paling asik buat saya saat itu. Bersandar di bahu suami sambil nunggu adik dan mamah yang sibuk belanja. Ya, memang jadinya ngga asik melihat yang lain cari-cari buah tangan, sedangkan saya cuma bisa diam saja. Tapi ya mau gimana, kalau dipaksain bisa pingsan.

Perjalanan singkat ini saya lakukan ketika belum hamil anak keempat. Sudah lama sekali memang. Draft tulisannya pun sudah lama terendap begitu saja. Qadarullah, foto-fotonya tidak tersimpan di drive, jadi hanya mengandalkan foto dari internet saja. Alhamdulillah, bisa juga menyelesaikan tulisan ini setelah bertahun-tahun. 

Flash traveling ke Jogja memang jadinya kurang puas. Pengennya tuh kalau ke Jogja ya minimal 3 hari gitu, biar puas. Supaya bisa banyak spot yang bisa didatangi. Tapi saya sih yakin kalau someday bisa ke Jogja lagi, dengan durasi yang lebih lama. Layaknya Bandung, Jogja memang selalu bikin kangen buat dikunjungi. Walau jaraknya bisa sampai 10 jam perjalanan, tapi terbayar dengan spot wisatanya yang cantik.


Comments

Most Wanted